RSS

Menu Makanan Sehat

Untuk memahami sisi lain kesehatan, paling tidak Anda harus memahami menu makanan sehat. Manusia modern cenderung menggampangkan dalam memilih makanan sehat, yang penting kenyang, praktis, mudah didapat dan enak tanpa memikirkan nilai dari makanan tersebut. Bahkan cenderung untuk mencari makanan yang siap saji yang tergolong dalam makanan sampah (junk food) dan sudah banyak dihindari bahkan mulai ditinggalkan di negara asalnya karena menimbulkan banyak masalah kesehatan. Diantaranya adalah Obesitas/ kegemukan , gangguan pencernaan karena kurangnya serat dalam menu makanan, tingginya angka Hipertensi , Penyakit Jantung Koroner dan lain-lain. Di negeri ini karena ingin naik ’gengsi’ Anda masih ikut-ikutan memenuhi antrian outlet fast food hanya untuk makan, untuk mengenyangkan perut saja.

Anda mengabaikan, melupakan - bahkan cenderung menistakan – menganggap remeh makanan sehat lokal hasil karya nenek moyang yang dianggap ‘ndeso’, katrok, tidak modern dan lain sebagainya. Padahal kuliner inilah menu yang paling cocok, paling sehat dan paling ideal untuk memenuhi gizi manusia Indonesia.
Masih ingat pada tulisan pertama bahwa kita diciptakan selaras dengan alam sekitar kita? Ya ! Semua tanaman mulai dari sayuran, buah-buahan, hasil bumi yang dihasilkan oleh petani sekitar tempat kita tinggallah yang diciptakan oleh Tuhan paling cocok, serasi dan harmonis dengan tubuh Anda untuk mencukupi kebutuhan gizi sehari-hari.

Kemudian yang sangat-sangat penting untuk diperhatikan adalah mengenai kesegaran bahan mentah makanan yang akan anda masak dan kemudian di konsumsi. Jangan hanya mengkonsumsi bahan makanan mahal yang sudah sangat berkurang nilai gizinya dan tidak sebanding dengan terkurasnya kantong Anda – sekali lagi demi gengsi bahwa makanan dari Barat lebih sehat! Sangat –sangat keliru ! Anda lahir dan besar bersama tanah tempat berpijak jadi yang paling cocok untuk tubuh ini adalah hasil tanaman yang tumbuh di tempat Anda berpijak, bukan yang tumbuh di tempat lain!

Jelas produk lokal lebih unggul dan memenuhi syarat karena jarak tempuh antara tempat bahan dipanen sampai ke tangan kita sangatlah dekat sehingga dapat dijamin kesegarannya. Sedangkan produk import baik berupa biji-bijian, sayuran dan buah-buahan dengan jarak serta waktu tempuh yang lama pasti telah berkurang sangat banyak kandungan gizinya. Belum lagi bahan-bahan import tersebut mengalami perlakuan khusus - entah ditambahkan bahan pengawet dengan penyemprotan , pencelupan atau bahkan pelapisan dengan lilin diluarnya agar terlihat selalu segar. Bahan-bahan yang menguntungkan penjual karena bisa membuat produk mereka tampil cantik tanpa memikirkan efek sampingnya bagi konsumen, walaupun dikatakan sangat aman bagi Anda.

Menurut Anda , lebih menguntungkan bahan segar tanpa pengawet atau dengan yang memakai bahan pengawet? Silahkan diputuskan sendiri, karena bahan untuk makanan yang Anda makan merupakan bahan baku pembentuk seluruh tubuh. Layaknya membangun rumah tinggal – pasti akan memilih bahan-bahan berkualitas agar selain kokoh, kuat juga akan tampil cantik dan indah sesuai keinginan Anda. Akankah rumah tubuh Anda dibangun dengan bahan yang ecek-ecek , asal beli –asal mahal demi gengsi tanpa memikirkan mutunya?

Selain kesegaran serta nilai gizinya yang perlu diperhatikan juga adalah efek makanan terhadap fisik dan pikiran Anda. Untuk itu silahkan dipilih diantara tiga kelompok makanan dibawah yang Anda butuhkan untuk selalu menjaga fisik dan pikiran selalu sehat.

Hazrat Inayat Khan seorang Master Sufi yang hidup satu abad yang lalu (1882-1927) telah mengakui kejeniusan penemuan para pemikir sekaligus saintis dari Timur tentang pengaruh makanan terhadap fisik dan pikiran. Secara umum beliau membagi makanan dalam tiga kelompok (Cakrawala Sufi: Hidup Sehat dan Seimbang Cara Sufi, Anand Krishna):
1. Makanan yang menenangkan pikiran.
• Sayuran yang tidak dimasak lama, hanya diseduh atau ditumis sebentar. Misalnya gado2, karedok, salad, sayur –sayur yang ditumis.
• Nasi, roti, kacang2-an (kecuali kacang merah), tahu, tempe, minyak goreng dalam jumlah terbatas.
• Segala macam buah-buahan segar.
• Susu dan produk susu dalam jumlah terbatas kurang lebih 250 ml tiap hari.
2. Makanan yang membuat kita hiperaktif.
• Daging yang berwarna putih (ikan, daging ayam,bebek) sayuran yang dimasak lama atau digoreng dan kacang merah.
• Bawang-bawangan, acar dan segala sesuatu yang tidak segar (buah2an, makanan / minuman kaleng)
• Susu dan produk susu lebih dari 250ml tiap hari

3. Makanan yang menggelisahkan dan membuat kita restless.
• Daging yang berwarna merah (sapi, kerbau, kambing, babi, ikan tuna dll)
• Bumbu-bumbu yang berkelebihan: terlalu manis, terlalu pedas .

Sedapat mungkin hindarilah makanan yang termasuk dalam kelompok terakhir ini. Bila masih harus makan daging, makanlah daging ayam atau ikan. Namun untuk kesimbangan, keserasian tubuh dianjurkan:

• Setidaknya seminggu sekali melakukan diet kelompok pertama sepanjang hari.
• Selanjutnya sekali seminggu melakukan diet buah-buahan. Jadi sepanjang hari hanya makan buah-buahan saja tanpa nasi dan sayur.

Coba bandingkan menu makanan sehari-hari dengan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan Anda dengan makanan yang dianggap modern dari belahan dunia lain dengan kriteria diatas.

Mengapa tidak mulai hari ini untuk mengkonsumsi makanan sehat dengan bahan hasil pertanian petani lokal kita? Selain membantu meningkatkan pendapatan para petani, mengurangi devisa yang lari ke luar negeri untuk belanja juga akan memakmurkan negeri ini karena penduduknya mencintai produksi dalam negeri. Untuk memperoleh kesehatan secara Holistik bagi seluruh masyarakat, mulailah dari diri Anda!

Healthy

Health is the level of functional or metabolic efficiency of a living being. In humans, it is the general condition of a person's mind, body and spirit, usually meaning to be free from illness, injury or pain (as in “good health” or “healthy”).[1] The World Health Organization (WHO) defined health in its broader sense in 1946 as "a state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity."[2][3] Although this definition has been subject to controversy, in particular as having a lack of operational value and the problem created by use of the word "complete", it remains the most enduring.[4][5] Classification systems such as the WHO Family of International Classifications, including the International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF) and the International Classification of Diseases (ICD), are commonly used to define and measure the components of health.
The maintenance and promotion of health is achieved through different combination of physical, mental, and social well-being, together sometimes referred to as the “health triangle”.[6][7] The WHO's 1986 Ottawa Charter for Health Promotion furthered that health is not just a state, but also "a resource for everyday life, not the objective of living. Health is a positive concept emphasizing social and personal resources, as well as physical capacities."[8]
Systematic activities to prevent or cure health problems and promote good health in humans are delivered by health care providers. Applications with regard to animal health are covered by the veterinary sciences. The term "healthy" is also widely used in the context of many types of non-living organizations and their impacts for the benefit of humans, such as in the sense of healthy communities, healthy cities or healthy environments. In addition to health care interventions and a person's surroundings, a number of other factors are known to influence the health status of individuals, including their background, lifestyle, and economic and social conditions; these are referred to as "determinants of health".

Tips Mengatasi Sakit Lutut Ringan

Seringkali ketika kita sedang melakukan kegiatan sehari hari, tiba tiba timbul rasa sakit dan nyeri pada lutut, jika anda juga mengalaminya cobalah lakukan beberapa tips di bawah ini :
 
1.    Ketika rasa sakit datang anda harus berusaha untuk tenang dan jangan panik, jaga kesimbangan tubuh dan jangan memaksakan diri untuk terus berjalan

2.    Pada hari pertama lutut terasa sakit ambil es batu lalu kompres lutut selama 15 menit
setiap jam

3.    Pada hari kedua dan seterusnya setidaknya kompres lutut 4 kali dalam sehari

4.    Ketika tidur, sanggah lutut dengan bantal agar lutut pada posisi tinggi

5.    Gunakan penahan lutut.